Kamis, 01 Februari 2018

SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT BANDANG DAJAH



Kegiatan perekonomian di desa Bandang Daya beraneka macam. Pada umumnya untuk usia 25 atau 30 tahun rata-rata merantau ke Banjarmasin dan memilih untuk memulai dan membuka usaha di sana. Setelah beberapa tahun merantau, ada sebagaian yang kembali ke tanah kelahiran dan ada sebagian yang menetap dan membangun rumah di Banjarmasin. Untuk para pemuda yang sudah sukses membuka usaha dan tidak kembali ke desa asal (Bandang Daya) biasanya hanya mengirimkan uang untuk biaya hidup keluarga yang ada di Bandang Daya. Pada usia lanjut khususnya laki-laki bermatapencaharian sebagai petani dan ada juga sebagai peternak. Para petani setiap harinya tanpa bosan merawat tanaman-tanamnnya di ladang. Di desa Bandang Daya rata-rata menanam jagung dan kacang-kacangan. Jagug hasil panen biasanya hanya dikonsumsi sendiri, akan tetapi ada juga yang dijual. Kulit jagung hanya dibuang dan ada juga yang diberikan ke hewan ternak. Harapan mereka menanam jagung supaya meringankan biaya makan keluarga, jagung bisa digunakan sebagai pelengkap beras. Jenis kacanng-kacangan yang biasa ditanam di sawah biasanya kacang panjang, kemudian hasil panennya dijual ke pasar terdekat. Tetapi untuk laki-laki lanjut usia biasnya sudah jarang untuk berladang atau bertani. Para laki-laki lansia pada umumnya sudah bergantung hidup kepada anak-anaknya. Meskipun ada yang bertani, namun hanya beberapa saja. Selain itu, potensi yang melimpah di Bandang Daya yaitu buah sukun. Oleh karena itu masyarakat setempat memamnfaatkan buah sukun sebagai pembantu perekonomian keluarga.  Ketika panen buah sukun biasanya dijual ke pasar terdekat, yaitu pasar Telaga biru. Satu karung buah sukun biasanya dijual denga haga Rp 10.000 – 15.000. Harga jual buah sukun tersebut tergolong murah apabila dbandingkan dengan daerah-daerah lain. Sedangkan untuk ibu-ibu dan remaja perempuan desa Bandang Daya mempunyai mata pencaharian sebagai pembatik. Penduduk Desa Bandang Daya yang mata pencahariannya sebagai pembatik  biasanya membeli kain putih dalam skala besar kepada pengepul kain, setelah itu mereka membatiknya dan kemudian dikembalikan lagi pada pengepul tadi, dari sana lah mereka mengambil keuntungan sebagai upah membatiknya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Bandang Dajah

Terkait Desa

Temukan hal menarik dari Bandang Daya
Diberdayakan oleh Blogger.

Cloud Labels

About me

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *