Bandang Dajah


Breaking News

Rabu, 10 Agustus 2016

SECERCAH MASALAH DI BANDANG DAJAH


Desa Bandang Dajah yang memang masih berciri masyarakat tradisional menjadikan sebagian masyarakatnya masih berifat primitif dan belum sepenuhnya mampu menerima akan perubahan. Hal ini sangat mempengaruhi pada ketidaklancaran proses pembangunan yang notabenenya menjadi bagian dari perubahan. Salah atu aspek utama dalam keberhasilan sebuah pembangunan adalah aspek pendidikan. Melalui pendidikan upaya pembangunan dapat berjalan dengan baik. Sehingga dalam hal ini diperlukan sebuah sikap dari segenap sasarannya terutama masyarakat Desa Bandang untuk senantiasa haus akan wawasan baru.
Permasalahan yang utama dan pertama ditemukan di Bandang Dajah adalah terkait dengan permasalahan pendidikan. Daya minat anak-anak dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sangatlah rendah. Kenyataan ini bahkan sudah membudaya dan bersifat turun-temurun. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa pihak stake holder yang ada, penyebab kenyataan ini tetap berlanjut hingga sekarang adalah adanya sifat malas yang tertanam dalam jiwa si anak. Rasa malas ini juga didukung dengan kurang adanya perhatian atau kepedulian orang tua dalam memotivasi dan memberikan suntikan semangat kepada si anak agar mengutamakan pendidikan. Umumnya setelah mereka tamat SD/SMP/MTS lebih banyak memilih untuk menikah di usia dini baik laki-lakinya ataupun perempuannya, ada juga yang hanya berdiam diri di rumah dengan tidak produktif. Namun, masih terdapat juga yang memilih melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, baik sekolah formal ataupun non formal. Kedua jenis pendidikan tersebut yang paling diidolakan adalah jenjang pendidikan non formal seperti pondok pesantren. Hal ini sangat menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bandang Dajah sangat memprioritaskan unsur religi dalam kehidupannya dibandingkan yang lainnya.
Minimnya daya minat sekolah ini pun terlihat pada satu-satunya Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLTP) yang mana di desa ini hanya ada MTS. Miftahl Ihsan sebagai jenjang sekolah SLTP/SMP. Kuantitas para siswa yang ada juga begitu terbatas. Seperti jumlah siswa yang menduduki kelas VIII dan IX yang menjadi peserta dalam program kerja kami “Public Speaking”. Jumlah siswa kelas VIII hanya berjumlah 13 siswa dan kelas IX hanya 5 siswa. Kelas IX yang pada umumnya menjadi masa masing mengesankan dan menegangkan justru banyak siswa yang memilih untuk berhenti sekolah dengan alasan menikah. Namun, ada juga di antara mereka yang memilih untuk menempuh jenjang pendidikan agama di pondok pesantren yang berbasis salaf.

Desa Bandang Dajah memiliki berbagai komoditi lokal, di antaranya adalah sukun yang mendominasi, siwalan, kacang kedelai hanya sebagian, dan jagung. Berbagai komoditas tersebut masih belum optimal dalam pemanfaatan dan pengolahannya. Kebanyakan hanya dijual dalam bentuk mentah saja di pasar, belum adanya upaya pengolahan untuk dijadikan produk makanan ataupun produk lainnya yang lebih bernilai ekonomi tinggi. Kenyataan seperti itu juga ditambah dengan kondisi lahan yang tidak produktif dengan kadar air yang sedikit. Hal ini menjadikan pekerjaan sebagai petani tidak bisa dijadikan sebagai profesi utama yang bisa diandalkan sebagai penopang kehidupan. Banyak di antara masyarakat yang memilih alternatif pekerjaan yang lain, seperti sebagai buruh bangunan bagi para laki-lakinya dan pembatik bagi para perempuannya.

Oleh karena itu, keterbatasan sumber daya manusia seperti yang dijelaskan di atas itu sangat berpengaruh pada ketidak optimalan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang ada. Hal ini begitu menjadi pekerjaan rumah bagi kelompok kami agar mampu memperbaiki permasalahan tersebut. Prinsip kelompok kami, meskipun tidak sepenuhnya mampu memperbaiki dan memecahkan permasalahan yang ada di desa, namun setidaknya kami berusaha membantu semampu kami dengan mengerahkan segala kemampuan yang kami miliki. Jadi, prinsip pengabdian begitu kami tekankan dan terapkan di kegiatan KKN ini. By_ZN_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © KKN 2016 Desa Bandang Daya, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan | Designed By Published.. Blogger Templates