Bandang Dajah


Breaking News

Kamis, 04 Agustus 2016

KKN-KU ROLLER COASTER-KU


Inilah kisah kita yang kaya akan perjuangan. Perjuangan dalam menitih jalanan yang berliku seperti halnya roll coaster yang banyak liku-liku dan terkadang menukik tajam. Jalanan di desa kita benar-benar mainstream. Hampir 80% akses jalan yang ada tidak tersentuh pembangunan. Jangankan aspal, medan yang ada pun begitu curam dan banyak lubang di mana-mana. Kondisi yang begitu jauh dari sentuhan tangan pemerintah membuat kelompok kami merasakan sisi hal yang berbeda ketika kunjungan ke para aparat desa, mulai dari Kepala Desa dan Kepala Dusun. Upaya ini kita lakukan sebagai bagian dari proses FGD (Focus Group Discussion) dalam mensosialisasikan program kerja kita. Hal ini menjadi tantangan pemula yang begitu memakan waktu di awal-awal masa KKN.
Susah dan senang beradu jadi satu selama dalam perjalanan dari satu rumah ke rumah yang lain. Bagaimana pun kondisinya, kita harus tetap semangat menjalaninya. Hal ini mengingat tidak memungkinkan diadakannya FGD secara langsung yang mampu mendatangkan warga dalam sebuah forum internal. Upaya ini juga atas dasar permintaan secara langsung Bapak Kepala Desa yang memang menghendaki sistem door to door. Beliau menjelaskan kendala FGD selama masa jabatannya yang sangat jarang mengadakan pertemuan secara langsung dengan warga. Sehingga inilah yang menjadi pemacu kita agar senantiasa tetap semangat menyusuri medan jalanan yang berliku seperti halnya lika-liku kehidupan manusia.
Bermula dari perjalanan ke rumah Kepala Dusun Bulanjang hingga yang terakhir di Dusun Mangkon, tak banyak jalanan beraspal yang kita lalui. Dari ke tujuh Dusun yang ada, hanya ada satu dusun yang kondisi jalannya lebih baik di antara yang lain, itu adalah Dusun Dangka. Terdapat sungai di desa ini yang menjadi tumpuan penghidupan masyarakat Desa Bandang Dajah. Sehingga jembatan menjadi sarana penghubung antara satu dusun ke dusun yang lain. Suasana yang kita alami selama di perjalanan begitu terasa seperti di serial film “Laskar Pelangi” yang benar-benar merasakan sensasi sedang berada di pedalaman yang jauh dari pusat kemajuan.

Selama ini, lokasi pengabdian di Indonesia selalu diidentikkan dengan Indonesia Timur seperti Papua. Namun, Desa Bandang Dajah juga patut kita rekomendasikan sebagai lokasi pengabdian yang harus diperhatikan. Keterbatasan infrastuktur yang ada membuat kita harus bekerja keras dalam melakukan segala hal yang berhubungan dengan proker. Jadi, selama melakukan FGD kita merasakan sensasi pengabdian sekaligus touring. Begitulah kita memaknainya, KKN-ku adalah Touring-ku, My Trip My KKN. Semua itu begitu terkesan akibat kondisi jalannya yang sangat menguji nyali pengendara yang mana diibaratkan kita sedang naik roller coaster. Jalan aspal yang rusak, ditambah dengan medan berbukitan yang naik turun membuat kelompok kita memaknai KKN ini sebagai salah satu ajang menguji nyali yang berupa pengorbanan dan pengabdian yang diaplikasikan ke dalam bentuk KKN Tematik.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © KKN 2016 Desa Bandang Daya, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan | Designed By Published.. Blogger Templates